Kamis, 23 Oktober 2014

Guru yang Nyebelin

Guru adalah profesi yang terpuji, Selain membuat anak-anak pintar, seorang guru akan selalu mendapat kiriman pahala dari murid-muridnya walau ia sudah meninggal.

Dari penjelasan di atas begitu mulianya seorang guru, tapi kok judulnya guru yang nyebelin?

Iya mari kita bahas satu per satu mengapa saya menggunakan judul itu.

Saya menulis hal ini karena status saya sebagai seorang peserta didik dan sebagai calon guru hehe Aamiin.

Oke langsung saja, guru yang nyebelin itu seperti apa?

Yang pertama, guru yang suka marah-marah. Siswa yang sedikit salah saja bisa segunung omelannya. Masalah siswa hari ini tapi disangkut pautkan dengan masalah siswa 2 minggu yang lalu, bahkan masalah tahun lalu pun dikaitkan dengan masalah hari ini dan lebih parahnya lagi ada masalah siswa yang lain dihubungkan ke siswa yang sekarang bermasalah. #CapekDeh.  Guru yang seperti ini akan dijauhi oleh siswa, artinya siswa paling anti dengan karakternya. jika hanya ingin disegani siswa, bukan dengan cara yang seperti ini, hanya akan ada kebencian bagi para siswa. apalagi diomenlin di depan orang banyak. malunya bisa selangit.

Yang kedua, guru yang suka banget ngasih tugas, ingat ya ketika seorang guru sering memberikan tugas, guru itu akan mendapat gelar khusus dari siswa “si Guru Tugas”. Itu fakta. Apalagi kalau tugasnya merangkum buku dari bab 1 sampai bab 6, menjawab soal dari nomor 1 sampai nomor 250. Para siswa stres pastinya, apalagi tugasnya dikasih hari ini dan dikumpul besok. Wkwkwk gak banget deh.

Yang ketiga, jangan jadi guru yang suka manfaatin dan membebani siswa. Ada juga guru yang dimana-mana suka memanfatkan siswanya. Misalnya siswa diminta wajib bawa bunga skalian sama potnya. Siswa diminta buat nyiapin konsumsi untuk acara sekolahan. Siswa diminta membungkus buku-buku perpustakaan sekolah. Siswa diminta membawa sapu. Dan masih banyak lagi hal-hal yang membebani siswa. Membebani yang saya maksud di sini adalah, membebani ekonomi siswa. Hal-hal yang seharusnya ditanggung oleh sekolah malah siswa yang harus menanggungnya.

Hal itu yang sangat dibenci oleh siswa, termasuk saya. Buat apa coba wajib bawa bunga? Kalau yang gak ada bunga di rumahnya gimana? Terus siswa diminta untuk menyiapkan konsumsi untuk acara sekolah, acara sekolah tapi kok siswa yang diminta untuk menanggungnya? Kasihan orang tua yang banting tulang mencari nafkah di rumah, kita gak tau mungkin ada siswa yang orang tuanya mencari nafkah dan penghasilannya itu hanya cukup untuk makan sehari. Tapi dengan entengnya guru meminta siswa untuk menyiapkan ini itu. dan masih banyak lagi yang dimanfaatkan oleh guru pada siswa-siswanya.

Kewajiban siswa di sekolah adalah untuk belajar, begitu pula dengan guru mendidik siswa sesuai bidangnya masing-masing, bukan dengan memanfaatkan dan membebani siswa.

Yang keempat, guru yang suka menghukum dengan main fisik. Aduh ini gak banget deh. Ada guru yang sedikit-sedikit main tampar, nyubit sampai biru, memukul pakai rotan, kayu, dan pohon skalian hehe. Ingat! Siswa bukan anak kandung kita yang seenaknya dipukul, mereka adalah tanggung jawab kita yang harusnya kita didik dengan baik. Berilah hukuman yang menimbulkan efek jera, yang mendidik dan gak sampai memukul. Sekarang jika kita main fisik, kita bisa berurusan dengan pihak yang berwajib. HATI-HATI!

Hukuman yang menimbulkan efek jera misalnya membersihkan toilet, mengumpul sampah-sampah di halaman sekolah sebanyak 100 buah, dan masih banyak lagi. Bukan dengan cara memukul.

Yang kelima, guru yang setiap materinya diskusi melulu, sekalipun materi yang harusnya butuh penjelasan guru tapi dihajar pake diskusi, metode pembelajaran seperti ini yang super-super menyebalkan. Bayangin aja (bayangin dulu deh) hehe, bayangin aja misalnya materi stoikiometri itu diminta untuk berdiskusi wkwkwk. Itu ibarat makan kedondong sama bijinya #eh gak nyambung ya? Hehe. Entahlah yang pasti itu akan sangat membosankan.

Yang keenam, mungkin sama dengan yang diatas, yaitu metode pembelajaran yang sangat tidak menarik. dari pertemuan pertama sampai akhir semester ada seorang siswa diminta menulis terus di papan dan yang lainnya ikut mencatat. Lah kalau gini caranya, gurunya kapan ngajarnya?

Yang ketujuh, guru yang setiap ia masuk kelas pasti siswanya tegang. Baru masuk tiba-tiba langsung main nunjuk dan wajib jawab pertanyaan darinya. Kalau gak bisa menjawab akan dihukum. Kalau saya jadi seorang siswa dan ketika masuk guru yang seperti itu, itu rasanya nafas sudah berkumpul di tenggorokan dan gak mau keluar. Tegang. Sampai-sampai ketegangan itu masih terasa, gemetar walaupun pelajaran sudah selesai hehe.

yang terakhir adalah guru yang tidak menerima pendapat siswa. seakan apa yang ia lakukan selalu benar, selalu menyalahkan tanpa ada dasar yang kuat. 

Itu dari saya beberapa ciri-ciri guru yang menyebalkan. Dan Mungkin masih banyak lagi, tapi takut kebanyakan nanti pembacanya bosan. Hehehe guru dengan ciri-ciri di atas  hanya akan menimbulkan penyakit hati bagi para siswa.


Pesan saya untuk para guru dan khususnya untuk saya sendiri. Jangan jadi guru yang nyebelin! Jadilah guru yang baik. kreatif. Setiap pertemuan dengannya ada kehangatan di dalamnya. Dan setiap jam pelajarannya akan selalu dirindukan oleh siswa, dengan metode pembelajaran menarik dan tidak membosankan. :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar