Guru adalah profesi
yang terpuji, Selain membuat anak-anak pintar, seorang guru akan selalu
mendapat kiriman pahala dari murid-muridnya walau ia sudah meninggal.
Dari
penjelasan di atas begitu mulianya seorang guru, tapi kok judulnya guru yang
nyebelin?
Iya
mari kita bahas satu per satu mengapa saya menggunakan judul itu.
Saya
menulis hal ini karena status saya sebagai seorang peserta didik dan sebagai
calon guru hehe Aamiin.
Oke
langsung saja, guru yang nyebelin itu seperti apa?
Yang
pertama, guru yang suka marah-marah. Siswa yang sedikit salah saja bisa segunung
omelannya. Masalah siswa hari ini tapi disangkut pautkan dengan masalah siswa 2
minggu yang lalu, bahkan masalah tahun lalu pun dikaitkan dengan masalah hari ini dan lebih parahnya lagi ada masalah
siswa yang lain dihubungkan ke siswa yang sekarang bermasalah. #CapekDeh. Guru yang seperti ini akan dijauhi oleh
siswa, artinya siswa paling anti dengan karakternya. jika hanya
ingin disegani siswa, bukan dengan cara yang seperti ini, hanya akan ada kebencian
bagi para siswa. apalagi diomenlin di depan orang banyak. malunya bisa selangit.
Yang
kedua, guru yang suka banget ngasih tugas, ingat ya ketika seorang guru sering
memberikan tugas, guru itu akan mendapat gelar khusus dari siswa “si Guru Tugas”.
Itu fakta. Apalagi kalau tugasnya merangkum buku dari bab 1 sampai bab 6,
menjawab soal dari nomor 1 sampai nomor 250. Para siswa stres pastinya, apalagi
tugasnya dikasih hari ini dan dikumpul besok. Wkwkwk gak banget deh.
Yang
ketiga, jangan jadi guru yang suka manfaatin dan membebani siswa. Ada juga guru yang dimana-mana suka
memanfatkan siswanya. Misalnya siswa diminta wajib bawa bunga skalian sama
potnya. Siswa diminta buat nyiapin konsumsi untuk acara sekolahan. Siswa diminta
membungkus buku-buku perpustakaan sekolah. Siswa diminta membawa sapu. Dan masih
banyak lagi hal-hal yang membebani siswa. Membebani yang saya maksud di sini
adalah, membebani ekonomi siswa. Hal-hal yang seharusnya ditanggung oleh
sekolah malah siswa yang harus menanggungnya.
Hal
itu yang sangat dibenci oleh siswa, termasuk saya. Buat apa coba wajib bawa
bunga? Kalau yang gak ada bunga di rumahnya gimana? Terus siswa diminta untuk
menyiapkan konsumsi untuk acara sekolah, acara sekolah tapi kok siswa yang
diminta untuk menanggungnya? Kasihan orang tua yang banting tulang mencari nafkah
di rumah, kita gak tau mungkin ada siswa yang orang tuanya mencari nafkah dan
penghasilannya itu hanya cukup untuk makan sehari. Tapi dengan entengnya guru
meminta siswa untuk menyiapkan ini itu. dan masih banyak lagi yang dimanfaatkan
oleh guru pada siswa-siswanya.
Kewajiban
siswa di sekolah adalah untuk belajar, begitu pula dengan guru mendidik siswa
sesuai bidangnya masing-masing, bukan dengan memanfaatkan dan membebani siswa.
Yang
keempat, guru yang suka menghukum dengan main fisik. Aduh ini gak banget deh. Ada
guru yang sedikit-sedikit main tampar, nyubit sampai biru, memukul pakai rotan,
kayu, dan pohon skalian hehe. Ingat! Siswa bukan anak kandung kita yang
seenaknya dipukul, mereka adalah tanggung jawab kita yang harusnya kita didik
dengan baik. Berilah hukuman yang menimbulkan efek jera, yang mendidik dan gak
sampai memukul. Sekarang jika kita main fisik, kita bisa berurusan dengan pihak
yang berwajib. HATI-HATI!
Hukuman
yang menimbulkan efek jera misalnya membersihkan toilet, mengumpul
sampah-sampah di halaman sekolah sebanyak 100 buah, dan masih banyak lagi. Bukan
dengan cara memukul.
Yang
kelima, guru yang setiap materinya diskusi melulu, sekalipun materi yang
harusnya butuh penjelasan guru tapi dihajar pake diskusi, metode pembelajaran
seperti ini yang super-super menyebalkan. Bayangin aja (bayangin dulu deh)
hehe, bayangin aja misalnya materi stoikiometri itu diminta untuk berdiskusi wkwkwk.
Itu ibarat makan kedondong sama bijinya #eh gak nyambung ya? Hehe. Entahlah yang
pasti itu akan sangat membosankan.
Yang
keenam, mungkin sama dengan yang diatas, yaitu metode pembelajaran yang sangat
tidak menarik. dari pertemuan pertama sampai akhir semester ada seorang siswa
diminta menulis terus di papan dan yang lainnya ikut mencatat. Lah kalau gini
caranya, gurunya kapan ngajarnya?
Yang
ketujuh, guru yang setiap ia masuk kelas pasti siswanya tegang. Baru masuk tiba-tiba
langsung main nunjuk dan wajib jawab pertanyaan darinya. Kalau gak bisa
menjawab akan dihukum. Kalau saya jadi seorang siswa dan ketika masuk guru yang
seperti itu, itu rasanya nafas sudah berkumpul di tenggorokan dan gak mau
keluar. Tegang. Sampai-sampai ketegangan itu masih terasa, gemetar walaupun pelajaran
sudah selesai hehe.
yang terakhir adalah guru yang tidak menerima pendapat siswa. seakan apa yang ia lakukan selalu benar, selalu menyalahkan tanpa ada dasar yang kuat.
Itu
dari saya beberapa ciri-ciri guru yang menyebalkan. Dan Mungkin masih banyak
lagi, tapi takut kebanyakan nanti pembacanya bosan. Hehehe guru dengan ciri-ciri di atas hanya akan menimbulkan penyakit hati bagi para siswa.
Pesan
saya untuk para guru dan khususnya untuk saya sendiri. Jangan jadi guru yang
nyebelin! Jadilah guru yang baik. kreatif. Setiap
pertemuan dengannya ada kehangatan di dalamnya. Dan setiap jam pelajarannya akan selalu dirindukan oleh siswa, dengan metode pembelajaran menarik dan tidak
membosankan. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar